SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI! TUHAN BERKATI!
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah!" [Kolose 3:15]

Kamis, 01 April 2010

7 Perkataan YESUS di Kayu Salib

Suara apakah yang mungkin terdengar dari mulut orang-orang yang tersiksa sampai mati diatas bukit
Golgota? Bukankah balas dendam, suara kutukan, suara tangisan yang mengerikan, atau jeritan yang mengakibatkan meremangnya bulu kuduk? Ini merupakan hal yang biasa bagi prajurit-prajurit yang memaku manusia di atas salib dan bagi penonton di sekitarnya.
Namun sejarah mencatat satu-satunya kasus yang terkecuali, yaitu pada waktu Yesus Kristus disalib.
Apakah perkataan atau suara yang keluar dari mulut Kristus pada saat Dia mengalami penderitaan, aniaya dan siksaan yang paling berat sepanjang sejarah manusia? Tujuh perkataan Kristus yang tidak pernah keluar dalam semua orang yang pernah mengalami siksaan yang begitu berat sepanjang sejarah dunia:

1. Bapa, ampunilah mereka (Lukas 23:34)
2. Engkau bersama Aku di Firdaus (Lukas 23: 43)
3. Lihatlah ibumu (Yohanes 19:26-27)
4. Mengapa meninggalkan Aku? (Matius 27:46)
5. Aku haus! (Yohanes 19:28-29)
6. Sudah genap! (Yohanes 19:29-30)
7. Kuserahkan nyawa-Ku! (Lukas 23: 46)


Di dalam perkataan pertama, siapakah yang cukup berkuasa untuk berkata “Bapa, ampunilah mereka”? Sebelum Yesus disalib, Ia pernah mengatakan “Dosamu sudah diampuni”, siapakah manusia yang berani mengatakan hal seperti ini, jikalau bukan pribadi yang supranatural? Ini menunjukkan bahwa Ia adalah Allah itu sendiri. Kristus adalah Allah, dan Ia berhak mengatakan hal ini.

Perkataan Yesus pertama diatas kayu salib terlah dikutip dalam Lukas 23:34. Perkataan pertama Yesus sungguh menyatakan siapa Ia sebenarnya. Siapakah orang di dunia yang pernah mengatakan hal tersebut ketika mereka di siksa atau dianiaya? Bukankah cenderung kata-kata maki yang keluar dari mulut manusia? Akan tetapi kita melihat melalui reaksi Kristus dalam kalimat pertamanya bahwa Ia adalah pribadi yang sungguh penuh kasih adanya. Siapakah manusia yang pernah berdoa bagi musuh-musuhnya ditengah-tengah aniaya yang dialami? Yesus menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang penuh pengertian dan penuh kasih.

Tidak ada kata maki atau kutukan keluar dari diriNya. Kalimat yang keluar pertama kali adalah sebuah doa. Inilah Kristus Tuhan Allah yang kita kenal, yang berbelas kasihan kepada kita umat manusia yang hina.

Kalimat kedua Kristus merupakan jawaban yang sangat agung dalam sejarah. Tahukah Anda bahwa kalimat kedua Kristus tersebut mengandung doktrin yang paling dalam dan kuat untuk melawan berbagai ajaran sesat. Apakah perampok ini diselamatkan karena dibaptis, berbuat baik ataupun hidup saleh beragama? Semuanya tidak.
Maka dalam hal inilah terletak konsep dan doktrin keselamatan yang paling agung sepanjang Kitab Suci. Keselamatan tidak berdasarkan melakukan hidup baik yang dilakukan melalui usaha manusia, akan tetapi keselamatan merupakan ANUGRAH yang diberikan Allah. Tidak ada usaha manusia sedikitpun yang dapat memperoleh keselamatan, jika tidak melalui anugrah Allah.

Kalimat kedua Kristus diatas kayu salib telah dikutib dalam Lukas 23: 43. Perkataan ini bukan perkataan yang main-main. Jika kita bayangkan akan keadaan Kristus pada saat itu, Ia diejek oleh perampok-perampok pada sebelah kanan dan kiriNya. Hal ini terdapat dalam Matius 27:44 dimana tidak hanya satu perampok saja yang mengejek,akan tetapi kedua perampok tersebut. Jika kita diejek oleh orang-orang yang derajatnya lebih tinggi dari kita, maka hal tersebut masih boleh dikatakan wajar atau dapat diterima. Akan tetapi, jika kita diejek oleh perampok atau orang yang tidak bermoral atau tidak karuan, maka harga diri kita akan secara tidak langsung ditempatkan pada posisi yang sangat rendah. Demikian halnya dengan Yesus. Akan tetapi Yesus tidak berkata apa-apa selama Ia diejek.

Ketika salah satu dari perampok tersebut tengah menyadari “apa hubungan Kristus dengan saya?” “siapa Kristus?” “Jika tidak ada kesalahan, mengapa harus mengalami hal yang sama dengan saya?” maka timbullah iman dalam diri permapok ini thd Yesus. Setelah perampok ini meminta Yesus untuk menginat dia setelah mati, maka jawaban Kristus merupakan jawaban yang paling agung., seperti yang dikutip dalam Lukas 23:43.Kenapa agung? Kalimat kedua Kristus tersebut mengandung doktrin yang paling dalam dan kuat untuk melawan ajaran-ajaran yang sesat.
Apakah perampok ini diselamatkan karena dibaptis? Tidak. Apakah perampok ini diselamatkan oleh karena mengikuti kebaktian gereja terus menerus? Tidak, Apakah perampok ini diselamatkan oleh karena ia berbuat baik terus menerus dan hidup saleh beragama? Tidak. Maka dalam hal inilah terletak konsep dan doktrin keselamatan yang paling agung sepanjang Kitab Suci.
Keselamatan tidak berdasarkan melakukan hidup baik dan beragama yang dilakukan melalui usaha manusia, akan tetapi keselamatan merupakan ANUGRAH yang diberikan Allah. SOLA GRATIA”. Tidak ada usaha manusia sedikitpun yang dapat memperoleh keselamatan, jika tidak melalui anugrah Allah. Bukan berarti, setelah kita bertobat kita tidak perlu menjalankan kehendak Allah atau tidak perlu mengikuti perjamuan kudus dan sebagainya, akan tetapi semua itu merupakan bentuk rasa syukur kita dan merupakan hal yang penting untuk di ingat bahwa tujuan hidup kita hanyalah untuk memuliakan Allah kita semata-mata karena kita sudah dipilihNya.

Perkataan ketiga Yesus diatas Kayu Salib dikutip dalam Yohanes 19:26-27. Kalimat tersebut mengatakan “Wanita, inilah anakmu…inilah ibumu!” (Dalam terjemahan Yunani). Setelah kedua kalimat pertama yang menyatakan hubungan vertical, saat ini Yesus menyatakan kalimat mengenai suatu hubungan horizontal.

Mengapa Yesus mengatakan hal ini? Apa artinya? Di sini Yesus berdiri sebagai Pencipta, bukan sebagai anak. Yohanes, yang merupakan satu-satunya murid yang bersama Yesus pada saat penyaliban-Nya (perhatikan Yoh 19:26), adalah orang yang Maria perlukan untuk memelihara dirinya dimasa tuanya. Yesus harus menjalankan Hukum Taurat, Ia harus menghormati ibu-bapa (Keluaran 20:12). Yesus tahu tugas-Nya sebagai manusia.

Di lain pihak sebagai Allah, Yesus juga tahu apa yang harus dilakukan untuk menjalankan penebusan. Yesus menyebut Maria sebagai “wanita” (terjemahan Yunani), tetapi Ia tidak memberi sebutan apa-apa kepada Yohanes. Mengapa Yohanes yang diberi kepercayaan untuk memelihara Maria? Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Yesus mengasihi Yohanes lebih dari yang lain.
Intinya adalah Betapa banyak orang yang dikasihi Kristus, tetapi berapa banyak orang yang sadar akan harganya kasih itu? Dalam hal ini, Yohanes mempunyai kesadaran lebih daripada murid-murid yang lain tentang Kasih Kristus sehingga ia memberanikan diri untuk berada dekat penyaliban-Nya.

Maria dan Yohanes taat pada apa yang dikatakan Yesus dan Kitab Suci mengatakan bahwa mulai hari itu Yohnes menerima Maria di rumahnya selama 12 tahun lamanya sampai Maria meninggal dunia. Yesus
adalah Allah yang peduli terhadap umat yang dikasihiNya. Ia selalu memelihara kita sampai pada kesudahan kita.

Perkataan Yesus yang keempat telah dikutip dalam Matius 27:46. Perkataan keempat Yesus ini merupakan perkataan yang paling sulit dan paling mengerikan dalam perkataan manusia sepanjang sejarah, yang mana telah dinubuatkan sebelumnya dalam Mazmur 22. Mengapa paling sulit? Karena bagai mana kita dapat sepenuhnya mengerti akan Yesus yang Allah itu sendiri berkata kepada Allah? Bagaimana bisa Yesus yang adalah Allah itu sendiri ditinggalkan oleh Allah? Kita sebelumnya perlu menyadari akan prinsip tersebut: bahwa manusia sebelum berdosa telah bersama-sama dengan Allah di Taman Eden. Setelah manusia jatuh kedalam dosa, manusia seharusnya telah ditinggal oleh Allah oleh karena Allah yang suci tidak dapat bersekutu dengan dosa. Akan tetapi, melalui penebusan Kristus tersebut, Kristuslah yang menjadi pengganti murka Allah sebagai akibat dosa dari manusia, sehingga Ia dibuat menjadi berdosa. Hal ini menandakan bahwa kita yang seharusnya ditinggalkan oleh Allah, akan tetapi Kristus yang menjadi ditinggalkan oleh Allah pada saat Ia berada di atas Kayu Salib menebus dosa dan menggantikan kita.

Bagaimana rasanya ditinggal oleh Allah, kita tidak pernah tahu! Hanya Kristus-lah yang pernah mengalami hal ini. Kita patut bersyukur karena kita tidak akan
ditinggalkan oleh Allah karena Kristus dalam essensiNya sebagai manusia sudah terlebih dahulu ditinggal oleh Allah. Semua martir-martir sepanjang sejarah telah mati mengalami dan merasakan penyertaan Allah, akan tetapi Yesus tidak.

Mengapa perkataan ini mengerikan? Diatas kayu salib, segala kesalahan seluruh umat manusia di bumi telah di timpakan kepada beban Yesus. Murka Allah yang
seharusnya ditimpakan kepada kita, sekarang telah ditimpakan semua kepada Kristus. Kristus menderita sampai kepada puncaknya. DarahNya terus mengalir
sampai penghabisan bercampur dengan cintaNya yang begitu besar kepada kita. Inilah gambaran neraka.
Gambaran neraka tidak bisa kita mengerti, akan tetapi kita dapat mengerti melalui perkataan Kristus “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Inilah satu-satunya pekerjaan didalam neraka yang dapat dilakukan oleh umat manusia yang seharusnya menerima murka Allah. Kita akan terus menanyakan “Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku? Mengapa saya tidak berdaya? Mengapa rasanya sakit sekali tidak ada banding? Mengapa? Mengapa?” sampai ratusan ribu kali. Di neraka hanya ada pertanyaan, pertanyaan dan pertanyaan. Hal ini membuktikan bahwa Kristus sudah turun ke dalam tempat yang paling dalam dan menerima hukuman yang paling kejam untuk kita (Bukan berarti Kristus turun kedalam neraka). Memang kita tidak akan dapat mengerti secara penuh akan kalimat Yesus tersebut karena tidak pernah ada manusia yang pernah berada di situasi Kristus. Akan tetapi kita harus bersyukur kepada Kristus sebab olehNya, kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.


Perkataan kelima dikutip dalam Yohanes 19:28-29, Mzm 22:14-16, Mzm 69:21-22. Perkataan ini mengandung paradoks dengan apa yang pernah Yesus katakan mengenai diriNya. Bukankah yang berkata kalimat ini pernah mengatakan kepada perempuan Samaria bahwa “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.

Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mara air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes 4:13). Juga dalam Yohanes 6:35. Juga dalam Mazmur 23:1-2. Jadi apa arti perkataanNya ini? Kepada siapa perkataan ini ditujukan? Kepada muridNya? IbuNya? Tidak ada jawaban. Perkataan ini bukanlah suatu permintaan, tetapi pernyataan!. Kristus tidak meminta air. Kristus tidak perlu dipuaskan oleh manusia. Tidak ada satu manusiapun yang dapat memuaskan dahaga Kristus.

Kelelahan fisik Yesus sudah mencapai puncaknya dan kehausan seperti ini sudah dinubuatkan dalam Mazmur22:16. Kelelahan fisik dalam kelaparan, luka, sakit,kesulitan bernafas, kecapaian, darah yang bercucuran dan sebagainya, telah mencapai puncaknya. Essensi kemanusiaan Kristus sangat jelas terlihat dalam kalimatNya ini. Tuhan Yesus Allah kita yang hidup adalah yang dahulu pernah berinkarnasi dam memiliki essensi 100% manusia dan 100% Allah. Puji Tuhan! Kristus pernah haus pada hari itu. Karena Dia pernah haus, maka dengan sesungguhnya kita yang percaya kepadaNya tidak perlu haus untuk selama-lamanya! (Yohanes 4:13-14) Karena Dia sudah menanggung kehausan itu.

Dalam perkataan-Nya yang keenam (Yohanes 19:29-30) “sudah genap!” diatas kayu salib tersimpan segala pengharapan orang Kristen yang beriman. Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang di nubuatkan dan direncanakan telah genap terjadi, sehingga melalui perkataanNya ini sudah pasti bahwa Kristus telah
menang dan akan bangkit. Teriakan-Nya “Sudah genap!” diatas kayu salib

Perkataan ketujuh: “Ya, Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaKu” – Lukas 23 : 46. Kemudian DIA mati. Pekerjaan Yesus di dalam dunia ini Ia selesaikan dengan sempurna sehingga tidak ada Juruselamat lain selain Yesus. DarahNya yang mahal telah menebus kita dari segala dosa dan kesalahan kita. ( Sumber: Pdt. Sapta B U Siagian - Gembala Sidang POUK LA )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar